Apakah pesta pernikahan itu harus besar-besaran, mewah nan mahal? Apakah harus di gedung mewah tengah kota? Well, semua itu adalah pilihan, mahal atau murah sangat relatif bukan? Jika kita punya anggaran 1 milyar tentu keluar dana untuk pesta sebesar 500 juta adalah murah. Tetapi jika anggaran kita terbatas, tentu bicara sebaliknya. Berikut sedikit pandangan dari kami, Tips hemat merencanakan pesta pernikahan.
Sesuaikan budget. Jika budget kita terbatas, buat apa memaksakan melebihi budget apalagi harus pinjam sana sini. Apalagi jika dananya datang dari orang tua, jangan sampai lah kita memberatkan mereka. Sehingga kita harus berpikir kreatif, bagaimana caranya pesta pernikahan ini tetap spesial dan penuh kenangan namun tetap seefisien mungkin. Ingat, pesta pernikahan bukanlah akhir tapi awal dari kehidupan yang baru.
Cari solusi kreatif untuk venue & dekorasi. Keumuman yang terjadi di masyarakat adalah gedung mewah di tengah kota, dengan dekorasi yang serba sewa. Minimal untuk gedung bisa sampai 30 juta hanya untuk 4 jam acara. Sedangkan dekorasi bisa mencapai minimal 10 juta. Padahal semua biaya tersebut bisa kita kurangi dengan sangat signifikan. Bagaimana caranya? Cari venue yang memiliki dekorasi built in (yang sudah ada) dan tetap punya keunikan. Sehingga beban dekorasi bisa seminimal mungkin. Misal di hotel yang memiliki taman indah, di tempat wisata yang dikelilingi alam, atau rumah makan yang sudah memiliki desain interior yang sudah ada.
Tentukan tema pesta pernikahan yang simpel namun bermakna. Jika Anda hanya mengundang keluarga dan orang terdekat dengan jumlah yang tidak banyak. Anda bisa membuat pesta yang lebih intim, yang memungkinkan kedekatan antara Anda sebagai pengantin dan tamu undangan. Bisa juga di tempat-tempat yang memberikan kesan tersendiri seperti di tepi danau, villa perbukitan, pantai, dan lainnya. Jika memang tema tersebut cocok untuk Anda dan keluarga, maka prosesi adat pun bisa ditiadakan. Fokus pada kekhidmatan prosesi akad dan melayani tamu undangan semaksimal mungkin.
Pertimbangkan lagi untuk budget hiburan. Di luar sana ada banyak pilihan, apakah kita mau sewa full band, electone, akustik? Atau mau solusi alternatif yang berbeda? Sebelum membahas ke sana, mari kita ingat-ingat kembali, sebetulnya kita datang ke sebuah pesta pernikahan itu untuk menikmati hingar bingar live perform atau ngobrol nyaman dengan keluarga dan sahabat (yang jarang ketemu) sambil menikmati hidangan yang lezat? Well, kalo secara pribadi kita sendiri lebih suka pilihan yang kedua, kenapa harus memaksakan yang pertama untuk orang lain.
Prioritaskan pada acara akad. Bagi Anda yang muslim, Sebetulnya syarat sah pernikahan hanya sebatas ketika akad saja dengan rukun yang ada di dalamnya. Adapun sunnahnya adalah mengumumkan telah sahnya pengantin menikah. Sebaiknya fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan rukun tersebut. Misalnya khutbah nikah, hal ini kadang luput perhatian, seolah hanya sebatas seremonial saja, padahal sesi khutbah nikah ini bisa menjadi momen evaluasi diri bagi pengantin dan tamu undangan. Ada baiknya mencari penceramah yang terbiasa membahas hal suami istri, parenting, dan keluarga. Yang akan relevan dan nyambung juga untuk para tamu undangan yang pasti rata-rata sudah berkeluarga.
Tinggalkan undangan konvensional. Karena undangan yang dicetak secara konvensional hanya akan dibuang pada akhirnya, sangat mubadzir. Jika audience tamu undangan kita sudah terbiasa dengan teknologi, kita bisa memanfaatkan email, website landing page, aplikasi media sosial, dan lain-lain. Jika sekiranya tamu undangan kita tidak siap untuk itu, maka sebaiknya tetap memikirkan bagaimana undangan versi cetak ini bisa lebih bermanfaat. Disablon di sebuah tote bag atau serbet akan menjadi kegunaan yang bermanfaat bukan?
Cari souvenir unik, kreatif, murah, yang bermanfaat dikemudian hari. Familiar dengan kebiasaan souvenir pernikahan? Itu-itu aja kan? hehe. Anda bisa mempertimbangkan bibit tanaman, tote bag untuk tas belanja, mug, bumbu siap masak, lilin aroma therapy, dan seterusnya. Souvenir tersebut bisa Anda dapatkan tidak lebih dari 10 ribu rupiah per pcs nya.
Yang terakhir, memang jika kita melakukan sesuatu yang berbeda dari keumuman akan menjadi buah bibir. Misalnya, ketika kita selektif memilih siapa yang diundang dan yang tidak diundang. Atau saat kita memilih konsep pernikahan yang sederhana yang tidak banyak hiburan. Jadi sebaiknya tetap saling ada kesepakatan antara kedua pihak keluarga di urusan pesta pernikahan ini. Tidak jarang, karena kurangnya komunikasi potensi memicu konflik. Ingat pepatah orang tua dulu, kita menikah tidak hanya dengan pasangan tapi juga satu set dengan keluarganya.
Konsep sebuah pernikahan memang sebuah pilihan, apakah harus memaksakan mengikuti keumuman kebiasaan yang ada atau memilih mensiasati keumuman tersebut menjadi solusi kreatif yang efisien secara biaya. Demikian semoga bermanfaat, kami doakan untuk Anda yang sedang merencanakan pernikahan dilancarkan segalanya dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Aamiin